web 2.0

tata cara pemberian pakan dan vaksinasi bebek pedaging

Sebelum saya memberikan beberapa tips untuk kebutuhan pakan bebek pedaging, 
tak lupa saya menyapa kawan-kawan semua yang memiliki usaha di bidang peternakan ( khususnya bebek )

karna terlalu banyak peternak bebek pemula yg ingin melakukan usaha ternak, tapi terkendala oleh pengalaman, tapi itu bukan suatu masalah karna saya pribadi membuka tangan buat kawan kawan semua untuk bisa bertanya kepada saya , anggap saja kita sama2 belajar, benar kan  juragan sekalian?

banyak kawan kawan pemula ( pemain muka lama ) yang bisa menularkan ilmunya kepada kita semua, makanya kawan2 semua tak usah malu atau ragu, untuk bertanya 
karna dengan bertanya akan menambah wawasan kita dan paling tidak bisa sama2 menemukan jalan keluar untuk memecahkan masalah kawan2 peternak semua

bisa menghubungi tlp atau bbm kami, kami akan dengan senang hati berbagi informasi

tlp : 082332170008 ( Cahyo purnomo )
bbm : 32153230

berikut di bawah ini step atau langkah2 pemberian pakan dan vitamin pada bibit kawan 2 semua s

  1. Pada  saaat DOD datang / umur 1 hari, berikan vaksin tetes mata ND ( bisa mengunakan ND IB atau ND AI )
  
  2. Untuk Pagi hari, di lakukan pemberian minum mengunakan Neomeditril dengan ukuran 1ml / liter, setelah 4 jam di buang  dan ganti dengan air putih. ( pemberian di lakukan selama 5 hari berturut-turut )

  3. Untuk Malam hari, di lakukan pemberian minum mengunakan Neomeditril dengan ukuran 1gr / liter, setelah 4 jam di buang  dan ganti dengan air putih. ( pemberian di lakukan selama 5 hari berturut - turut )


sekarang waktunya pemberian pakan 

     1.   Pemberian pakan untuk DOD umur 1-12 hari di berikan pakan full konsentrad / 511 ( tanpa di campur pakan tambahan lainya ) Per 100ekor biasa menghabiskan pakan -+ 1 sak

   2.  Dan pada saat umur 12 - 15 / 16, mulai di lakukan pemberian atau pembelajaran bahan campuran dengan perbandingan 1 : 1 ( antara katul dan konsentrad )

    3. Selanjutnya saat umur16 hari - 22 hari , pemberian pakan di lakukan pencampuran dengan perbandingan 0,5kg : 0,5kg : 3kg ( 144 : KBR2 : Katul )

   4. pada saat umur 22 hari - panen ( 45- 50 hari ) tergantung permintaan , mengunakan bahan tamnahan kebi ( dedak halus ) dan karak ( nasi aking ) dengan perbandingan 0,5kg 144 : 0,5kg KBR2 : 1kg karak ( nasi aking ) : 3kg kebi ( dedek halus )

berikut tips dari kami, semoga bermanfaat dan jika ada tulisan kurang bagus , mohon di koreksi karna kami sadar kami pasti ada salah atau salah tutur kata

salam ternak


sentraitik ( cahyo purnomo )

Pemalsuan Identitas

Salam hormat buat kawan - kawan pengusaha


Kami Pemilik dan selaku pemegang merk Sentraitik menghimbau bagi semua kawan - kawan agar berhati- hati  dalam melakukan transaksi baik via online atau ofline,
kami mendapat masukan dari kawan- kawan semua, perihal pemalsuan menggunakan nama produk kami SENTRAITIK  untuk mendapatkan untung dan merugikan konsumen dari pihak Sentraitik

maka kami memberitahukan kepada semua kawan kawan dan juga juragan semua jika ingin bertransaksi dengan kami, alangkah baiknya  melihat web kami ( www.sentraitik.com ), atau menghubungi kontak kami yg tersedia.

no cs kami

simpati  : 082332170008
xl          : 087775870008
indosat : 085711970008

blackberry : 32153230

kami tidak bertanggung jawab jika ada transaksi bukan melalui cs kami


regards

SENTRAITIKperkasa ( cahyo purnomo.st )

strategi penangulangan flu burung bagian 2

lanjutan artikel tentang 8 cara trategi pengendalian flu burung

4. Pengawasan lalu- lintas

pengawasan lalu lintas itik dan produknya mengacu pada SOP pengendalian Ai yang di lakukan oleh dinas peternakan setempat dan cek poin antar daerah, di wajibkan utuk melampirkan uji PCR dengan hasil negatif AI, karna Pedoman Uji Laborat PCR sebagai syarat Lalu Lintas itik Dewasa  dan  DOD

5. survelinas

kegiatan untuk mengumpulkan data, yang biasa di lakukan oleh pemerintah / dinas peternakan terkait. dengan tujuan untuk memantau dan memberi tanggapan yang relevan pada suatu kasus di peternakan , dalam hal ini kasus AI / Flu burung

6. Rekontruksi Perunggasan

masalah utama yang menyebabkan sulitya penangulangan kasuk flu burung adalah adanya usaha peternkan sekala non komersial di lokasi yang menyebar hingga keberadaan sulit di kontrol, mulai dari pengawasan tempat pemotongan , pasar, serta lalu lintas unggas dan produknya yang masi menjadi kendala utama

rekontruksi perunggasan mencakup aspek yang sangat luas, tak hanya menyangkut aspek pengendalian penyakit , termasuk flu burung, tapi aspek penyediaan lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan, keamanan dan ketahanan pangan, peningkatan mutu dan daya saing produk peternakan

7. Public awarnes

penyakit flu burung pada itik mempunyai dampak yang sangat serius secara lintas sektoral, sehingga menimbulkan kepanikan sebagian masyarakat, maka dari itu di butuhkan penyampaian informasi yangseimbang pada masyarakat dan pelaku pasar

berikut beberapa kegiatan yang dapat di lakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengendalian flu bururng
-melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai dampak yang di timbulkan oleh penyakit Flu burung

-mengandakan program pendidikan pada masyarakat melalui seminar atau pertemuan yang di lakukan dengen bekerjasama dengan pelaku industri peternakan